Nama : Bella Angraini
MK : Ekonomi Mikro Islam
Soal Ujian Semester Ganjil
1. Salah satu tujuan kita mempelajari mikro ekonomi islami adalah bagaimana kita dapat menerapkan prinsip-prinsip ekonomi mikro islam dalam mengambil keputusan agar mendapatkan solusi terbaik, yaitu solusi yang akan menguntungkan kita dan tidak menzalimi orang lain.
Pertanyaan :
a. Jelasakan pengetian Pasar ?
b. Jelaskan Pengertian Fungsi ?
c. Jelaskan pengertian Ekuilibrium ?
Jawab :
a. Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang, barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang.
b. Fungsi dalam istilah matematika merupakan pemetaan setiap anggota sebuah himpunana kepada anggota himpunan yang lain dapat dinyatakan dengan lambang {\displaystyle y=f(x)}, atau dapat menggunakan lambang {\displaystyle g(x)}, {\displaystyle P(x)}.
c. Ekuilibrium, kesetimbangan, atau keseimbangan (ekuilibrium) adalah keadaan dimana kekuatan- kekuatan yang saling mempengaruhi berada dalam keadaan keseimbangan sehingga tidak ada kecenderungan.
2. Semua nilai dan prinsip dibangun atas konsep yang memayungi kesemuanya, yakni konsep akhlak. Akhlaq menempati posisi puncak, karena inilah yang menjadi tujuan islam dan Dakwah para Nabi, yakni untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Akhlaq ini juga yang menjadi panduan para pelaku ekonomi dan bisnis dalam melakukan aktivitasnya.
Pertanyaan:
a. Sebutkan serta Jelaskan nilai-nilai yang menjadi dasar inspirasi untuk membangun teori-teori ekonomi Islam ?
Jawab :
1. Prinsip Tauhid Tauhid merupakan pondasi ajaran Islam. Dengan tauhid, manusia menyaksikan bahwa “Tiada sesuatupun yang layak disembah selain Allah dan “tidak ada pemilik langit, bumi dan isinya, selain daripada Allah” karena Allah adalah pencipta alam semesta dan isinya dan sekaligus pemiliknya, termasuk pemilik manusia dan seluruh sumber daya yang ada. Karena itu, Allah adalah pemilik hakiki. Manusia hanya diberi amanah untuk memiliki untuk sementara waktu, sebagai ujian bagi mereka. Dalam Islam, segala sesuatu yang ada tidak diciptakan dengan sia-sia, tetapi memiliki tujuan. Tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Karena itu segala aktivitas manusia dalam hubungannya dengan alam dan sumber daya serta manusia (mu’amalah) dibingkai dengan kerangka hubungan dengan Allah. Karena kepada-Nya manusia akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan, termasuk aktivitas ekonomi dan bisnis.
2. ‘Adl Allah adalah pencipta segala sesuatu, dan salah satu sifat-Nya adalah adil. Dia tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap makhluk-Nya secara dzalim. Manusia sebagai khalifah di muka bumi harus memelihara hukum Allah di bumi dan menjamin bahwa pemakaian segala sumber daya diarahkan untuk kesejahteraan manusia, supaya semua mendapat manfaat daripadanya secara adail dan baik.
3. Nubuwwah Karena sifat rahim dan kebijaksanaan Allah, manusia tidak dibiarkan begitu saja di dunia tanpa mendapat bimbingan. Karena itu diutuslah para Nabi dan Rasul untuk menyampaikan petunjuk dari Allah kepada manusia tentang bagaimana hidup yang baik dan benar di dunia, dan mengajarkan jalan untuk kembali (taubat) keasal-muasal segala sesuatu yaitu Allah. Fungsi Rasul adalah untuk menjadi model terbaik yang harus diteladani manusia agar mendapat keselamatan di dunia dan akhirat.
4. Khilafah Dalam Al-Qur’an Allah berfirman bahwa manusia diciptakan untuk menjadi khalifah dibumi artinya untuk menjadi pemimpin dan pemakmur bumi. Karena itu pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin. Nabi bersabda: “setiap dari kalian adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya”. Ini berlaku bagi semua manusia, baik dia sebagai individu, kepala keluarga, pemimpin masyarakat atau kepala Negara.
3. Dalam Fiqh Islam, rekayasa penawaran (false supplay) lebih dikenal sebagai ihtikar, sedangkan rekayasa Permintaan (false demand) dikenal sebagai Bai’ Najasy. Pertanyaan :
a. Jelaskan pengertian ihtikar dan Bai’ Najasy?
Jawab :
-Pengertian ihtikar menurut bahasa adalah perbuatan penimbun, pengumpulan atau (barang- barang) atau tempat untuk menimbun, sedangkan menurut imam fairuz abadi mengartikan ihtikar secara bahasa adalah mengumpulkan menahan barang dengan harapan untuk mendapatkan harga yang mahal.
-Bai najasy yaitu rekayasa pasar dalam deman atau permintaan yang terjadi apabila seorang produsen menciptakan permintaan palsu seolah-olah ada banyak permintaan terhadap harga suatu produk yang menyebabkan harga jual produk tersebut naik,
contohnya: seorang pedagang dalam rangka menaikkan harga jual barangnya. Ia membuat beberapa pesanan fiktif tehadap barang dagangan nya. Order tersebut digunakan nya sebagai daya tawar (bargaining power) dalam transaksi mereka terhadap para kom=nsumen nya sehingga mereka bisa menentukan harga yang tinggi terhadap konsumen nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar